Saturday, November 7, 2009

Berdirinya Seorang Perindu

Di waktu ini
aku ditinggal dan tertinggal sendiri
meniti hari melakar mimpi
membina sebuah makna diri


Di waktu ini
aku tidak lagi berteman dia dan mereka
aku berseorangan meniti senja
melewati masa di batas usia


Di waktu ini
adakalanya aku tewas pada sepi
mengundang rindu seribu memor
i
yang takkan bisa kuulangi lagi


Di waktu ini
aku bertatih memujuk kalbu
jangan lemas dilautan sendu
usah dibaja segunung rindu



Di waktu ini
aku mulakan langkah pertama
mengejar sejalur sinar cahaya
buat teman menyuluh hidayah
biar sepi dan sunyi itu punah
biar rindu dan sendu itu musnah
hingga aku terus tersenyum ceria
beroleh raja segala cinta
yang tidak akan sesekali sirna
mengharum mewangi di taman jiwa
hingga tidak ada lagi selain bahagia


[puisi ini ku lakar tatkala "kebosanan" menjaga MUET di SMK Umas-Umas siang tadi..intipati ini tidak menggambarkan keadaan penulis tika ini..keadaan ini pernah menimpaku beberapa bulan yang lalu..kini aku sudah biasa dengan keadaan ini dan sedang merasai nikmat dan hebatnya bila di sapa sepi, sunyi dan sendiri...terima kasih Ya Allah atas perancangan dan ketentuan ini..]

[tajuk entry juga sebenarnya tidak ada kaitan dengan puisi hati ini..]


No comments:

Pelangi Indah

  P agi ini seperti kelmarin. Hujan gerimis membasahi bumi. Mentari seakan malu keluar menyinar alam. Kabus tebal masih kelihatan di puncak ...